Sejarah

Pada tahun 1970-an, banyak pabrik gula di Indonesia menghadapi permasalahan dalam pembuangan limbah. Hanya sebagian kecil dari hasil pembuangan mereka (yaitu, ampas tebu/ bagas) dapat digunakan untuk bahan bakar. Akibatnya, pabrik-pabrik gula harus menyediakan biaya yang cukup signifikan untuk pembuangan limbah tersebut.Seperti pabrik gula, pabrik yang menghasilkan kardus dan kertas cetakan juga mengalami kesulitan untuk membuang limbah, barang buangan, dan potongan-potongan kertas.

Bp. Soegiharto, pendiri PT. Pakerin, melihat kesempatan untuk menggunakan hasil pembuangan tersebut sebagai bahan baku untuk membuat pulp dan kertas. Ide ini juga didukung dengan fakta bahwa kebanyakan industri kertas harus mengimpor dari luar negeri. Menanggapi kesempatan pasar ini, PT. Pakerin terbentuk pada tahun 1977 di Desa Bangun, 38 Km Barat Daya dari Surabaya, kota terbesar kedua di Indonesia dan ibukota dari Jawa Timur.

Pakerin dimulai dengan satu mesin pembuatan pulp dari bagas, satu pengolahan air limbah, dan satu mesin kertas untuk memproduksi kertas duplex. Melalui rangkaian rencana perluasan, kontrol biaya dan manajemen yang baik, Pakerin tumbuh menjadi salah satu perusahaan terdepan di Indonesia dalam produksi kertas industri. Saat ini, perusahaan memiliki pabrik yang terintegrasi, menjalankan rangkaian mesin-mesin modern dan efisien, dan ditangani oleh banyak ahli yang berpengalaman.

Pelanggan
Pemasok
Pencari Kerja
Pemerintah

©2001 – PT. Pabrik Kertas Indonesia (PAKERIN) – www.pakerin.co.id – All rights reserved.